BERBUKA PUASA DI GEREJA…. HARAMKAH?

Berbuka Puasa di Gereja

By Nurlis Effendi

Di sini pernah terjadi sebuah keindahan menjalankan ibadah. Antar umat beragama saling menghormati. Tak hanya itu, mereka juga saling menunjukkan simpati sekaligus menolong antarumat beragama. Bahkan setiap bulan Ramadan, ratusan muslim berbuka puasa di dalam gereja. Begitulah kenyataan yang sempat terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Gereja Kristen Jawa Manahan, Solo, sudah 13 tahun ini menggelar acara buka bersama. Ini telah berlangsung sejak krisis moneter melanda negeri sekitar tahun 1997. Niat awal didasari oleh rasa iba kepada saudara muslim yang kurang mampu. Sebagian besar yang ikut serta kegiatan itu adalah tukang becang, buruh bangunan, pedagang asongan dan lain-lain.

Tapi, buka puasa bersama ini memang tidak gratis. Hanya saja harga makanannya supermurah. Cuma dipungut biaya Rp 500 per porsi, mereka bisa menghemat pengeluaran uang konsumsi dibandingkan dengan memasak sendiri. Pihak GKJ Manahan berharap dengan bisa menghemat, ketika Lebaran mereka akan memiliki uang yang cukup untuk merayakan hari idul fitri itu.

Setiap hari, sedikitnya ada 200 – 300 orang yang ikut kegiata buka bersama di salah satu ruangan di GKJ Manahan. Setiap mendekati waktu buka puasa, halaman GKJ Manahan akan dipenuhi dengan becak dan sepeda onthel milik masyarakat yang kurang beruntung tersebut. Selain itu, dari kalangan umat Kristen juga sibuk mempersiapkan hidangan yang akan disajikan.

Menu buka puasa yang disajikan juga selalu berganti setiap harinya. Kadang, kari ayam, soto ayam maupun sop ayam. Intinya masakan yang berkuah dan menggunakan daging ayam. Pihak panita lebih memilih daging ayam daripada daging sapi. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pencampuran daging sapi dengan daging lainnya.

Untuk memasak, pihak GKJ Manahan Solo menyerahkan kepada para ibu-ibu jemaat gereja untuk memasaknya. Pihak gereja juga meyakinkan bahwa semua masakannya halal. Bahkan, seringkali organisasi agama Islam melakukan pengecekan dalam hal memasak. Pihak GKJ Manahan sangat menghormati umat Islam sehingga mempersilahkan untuk melihat proses memasaknya jika ada kekhawatiran.

Kegiatan ini tidak ada misi atapun pesan tertentu untuk melakukan kristenisasi kepada umat Islam. Bahkan, pihak gereja juga mengundang kepada para ustad untuk memberikan kuliah tujuh menit sebelum melakukan buka puasa. Selain itu, pihak gereja juga menyiapkan tempat untuk melakukan sholat maghrib di salah satu ruangan di komplek gereja.

Namun, semua itu kini akan tinggal kenangan. Sebabnya, muncul sebuah kelompok bernama Forum Ukhuwah Islamiyah Elemen Umat Islam Surakarta yang menolak buka bersama yang digelar gereja itu. Menurut Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Solo, Dahlan Harjo Taruno, buka bersama masuk ke wilayah ibadah umat muslim.

“Musyarawarah sejumlah elemen umat Islam se- Surakarta menolaknya,” kata Dahlan. “Sebagai gantinya sejumlah masjid di Surakatya akan menggelar acara buka bersama secara gratis.”

Ketua Bhinneka Peduli Kemanusiaan dan Perdamaian Solo sebagai penyelenggara bersama GKJ Manahan, H Zainal Abidin Achmad, mengatakan tidak mempermasalahkan penolakan itu.

“Kami malah bersyukur. Saya pun berharap semoga buka bersama yang dilakukan forum tersebut lebih baik dari kita,” katanya. “Yang kita inginkan adalah suasana kondusif, rukun dan damai. Jadi, kita menghargai keinginan atas penolakan ini.”

Foto:Fajar S.

Menemukan Jalan Kebenaran

Kesaksian Pertobatan Orang Sufi dari Algeria

AlgeriaSeorang Muslim yang buta dari Afrika Utara membagikan kesaksiannya bagaimana dia berjumpa dengan Sang Penyelamat.  Seorang hamba Tuhan di Algeria Selatan menulis kesaksian tersebut. Beginilah kesaksiannya yang terjadi 15 tahun yang lalu:

Sebuah Kitab dan Satu Orang dari Negeri Yang Asing

Saya sedang berjalan melewati satu tempat dan saya melihat seorang pria sedang membaca buku. Saya bertanya, “Apa yang sedang Anda baca?” Dia menjawab, “Apakah Anda akan membacanya?” Saya mengambil buku itu dan membacanya 12 bab dan buku itu adalah Kitab Injil. Pria itu berkata kepada saya, “Apakah bagus?” “Ya,” jawab saya. Dia mengambil buku itu dari saya dan berkata, “Saya membutuhkan buku ini; Saya tidak bisa memberikannya kepada Anda. Saya harus pergi karena saya berasal dari negeri yang asing. Saya memberikannya sedikit uang dan dia berterima kasih kepada saya. Wajahnya bercahaya. “Saya orang Arab,” kata saya, “dan buku itu tidak ada di negara kami ini.” “Anda akan menemukannya,” dia berkata seperti itu dan pergi.

Lima Belas Tahun Sebuah Penantian Yang Lama

Saya menunggu lama. Saya mencarinya di pasar dan saya menginginkan dia tetapi dia tidak pernah datang lagi namun nyala api itu tetap menyala-nyala di dalam hati saya. Saya pulang. Saya meratap. Saya berbicara bukan tentang dia tetapi Sang Roh yang di dalam hati saya. Lima belas tahun berlalu sampai seorang Kristen datang. Kami membaca bukunya dan itu buku yang sama. Roh Kudus berkata kepada saya, bahwa dia, Sang Kristus, adalah terang di dalam hati saya dan itu adalah Injil yang sama.

Sebuah Kerinduan Untuk Menyampaikan Berita Injil Kepada Semua Hamba-hamba Allah.

Selama bertahun-tahun tidak seorangpun berbicara kepada saya, tidak satupun suara dari manusia. Itu adalah suara Allah yang saya dengar dan yang membawa saya keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang, dan terang itu semakin terang di dalam saya. Oh, jikalau saya dapat melihat, saya akan pergi ke bagian selatan dan mengajarkan itu kepada saudara-saudara saya. Saya akan meyakinkan mereka untuk percaya kepada berita Injil, jalan kebenaran. Kristus, Dialah Penebus, pribadi yang akan membawa kamu masuk ke dalam surga. Oh, hamba-hamba Allah berbaliklah dan pilihlah jalan Kristus. Lihatlah harta terpendam ini, ini berkat! Percayalah kepada Penebus karena Dialah jalan yang lurus.

Pria Berpakaian Putih Tidak Seperti Manusia Biasa

Seseorang yang merekam kesaksian ini bertanya, “Ceritakanlah kepada saya tentang pria yang pertama kali Anda jumpa itu. Seperti apa dia?” Dia menjawab, “Dia tidak berpakaian seperti seorang dari Arab atau seorang dari Eropa tetapi dia berpakaian putih yang bersinar. Saya belum pernah melihat seorang pria seperti dia. Wajahnya bercahaya. Dia mempunyai sebuah benda seperti mahkota di kepalanya dan setelah dia pergi, saya merasakan rasa rindu yang dalam di hati dan menunggu dan meratap untuknya. Setelah bertahun-tahun berlalu, ketika saya merasa sakit, saya berdoa dalam rasa sakit saya bahwa seseorang akan datang dan memberitahukan saya tentang pria itu dan Anda datang.” “Tetapi dalam bertahun-tahun itu, apakah Anda pernah mendengar lebih lagi tentang Isa Al-Masih?” “Oh, ketika saya membaca tentang Yesus di dalam Al-Quran, hati saya berdetak kencang sekali. Ketika akhirnya saya mendengar tentang Injil, saya tahu betul. Saya, Sheikh Wazzani, mengetahui tentang kebenaran!

Dari Until the Day Breaks, Kisah Nyata dari L. Trotter, oleh P. St. John, hal. 185-186). – Sebagaimana diposting oleh http://www.isadanislam.com

Menemukan Jalan Lurus

(Disadur utuh dari http://www.akupercaya.com)

>>
>> Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir
>> tidak masuk akal. Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu .
>>
>> Sebelum saya mengenal Isa Almasih , saya di didik oleh orang tua saya
>> maupun para ulama baik di bangku sekolah , musholla , maupun masjid
>> bahwa orang di luar penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan
>> ajaran yg paling benar dari segala kitab yang ada di muka bumi ini , dan
>> yang paling utama apabila ada di antara kami yg dapat mengenyahkan
>> penganut di luar Islam , adalah merupakan suatu pahala yg besar , sebab
>> menurut apa yg telah mereka ajarkan kepada saya intinya adalah penganut
>> di luar Islam merupakan jamaah syaithon yang harus segera di musnahkan
>> dari muka bumi ini , dan bahaya yg paling besar pada saat itu adalah
>> kaum nashara (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara
>> perlahan lahan , yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran
>> yg terdapat di dalam quran maupun hadist , begitulah bagaimana sikap
>> saya yang bagaikan iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia
>> di bumi maupun akhirat dengan kasihNya .
>>
>> Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan mei 1998 , saya bersama
>> kawan2x saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai – ramai
>> dengan tujuan untuk menjarah toko2x milik non muslim , sebelum kami
>> berangkat melakukan hal tersebut , sebenarnya saya enggan mengikuti
>> mereka karena keluarga kami pun orang yg hidup di atas rata2x dan hal
>> tersebut sepertinya merupakan sesuatu yg memalukan , dan pada saat itu
>> saya telah menyelesaikan study di perguruan tinggi dan saya masih dalam
>> status penggaguran dan hal inilah yg membuat saya mengikuti ajakan teman
>> saya , terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka berteriak mari
>> kita hancurkan para kafir , hal inilah yg membuat semangat saya menggebu
>> gebu.
>>
>> Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yg bernama El –
>> Shadai , dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir Nasrani ,
>> dan akhirnya kamipun melempari toko tsb sambil meneriakan Allahuakbar
>> bersama2x , dan meneriakan kafir keluar lu dari dalam toko lu , dan pada
>> waktu itu ada beberapa orang yg berhamburan keluar , dan salah satu dari
>> mereka mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami , dan pada saat
>> itu lah kami melihat pria itu mengenakan kalung salib di lehernya , lalu
>> teman saya yang bernama sultan (nama samaran) berseru kepada saya ndry
>> mari kita kejar dia , saya pun bergegas untuk membonceng teman saya ,
>> sebelum saya membonceng motor kawan saya , saya mengambil sepotong besi
>> .
>> Dan akhirnya kami pun mengejar pria itu , dan yg mana pada waktu itu
>> keadaan di jalan sangat carut marut , tetapi pria itu tetap menancap gas
>> , mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kami
>> , dan kawan saya pun mempercepat laju motornya , berhubung motor yg kami
>> tuggangi adalah motor king sedangkan pria tsb menggunakan motor bebek ,
>> maka perlahan2x kami dapat menyusulnya.
>>
>> Dan pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan
>> dengan cepatnya , dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil
>> tersebut datang , seingat saya kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut
>> , dan saya serasa terbang di udara dan sesudah itu saya tidak dapat
>> memahami lagi .
>>
>> Pada waktu saya sadar , saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya,
>> dan dengan reflek saya mencari teman saya , untuk melihat kondisinya,
>> lalu saya pun memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan
>> orang tersebut , tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih
>> berkerumun di tempat saya berada tadi .
>>
>> Lalu saya pun melangkah ke jalan , dan saya mendapati kerumunan di
>> sisi jalan yg lain , dan saya pun berpikir itu pasti teman saya , lalu
>> saya pun melangkah mendekatinya , tiba tiba saya berhenti sontak di
>> tengah jalan , karena saya melihat di beberapa kerumunan teman saya ,
>> saya melihat teman saya jadi dua , dan ada banyak orang yg berwajah
>> bengis dan hewan kurus seperti anjing yg hendak memperebutkannya , lalu
>> saya mengucek mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar ,
>> setelah itu saya melihat teman saya yang ada dua tersebut , salah
>> satunya di seret2x oleh mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut ,
>> dan teman saya itu berteriak ndry , ndry tolong saya , saya pun tak
>> berani melangkah karena saya takut , dan saya tetap diam terpaku di
>> tengah jalan raya tersebut .
>>
>> Dan pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya , dan
>> waktu saya menoleh ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya
>> dan menabrak saya , dan saya pun tersontak dan menyebut Masyaallah
>> sambil memejamkan mata , tetapi mobil itu serasa melintasi tubuh saya ,
>> lalu sayapun membuka mata saya dan dengan reflek saya memegang tangan
>> saya sendiri , lalu saya pun melihat mobil ambulance tersebut berhenti
>> pas di tempat saya jatuh tadi .
>>
>> Dan yang membuat saya terdiam seribu bahasa , ketika saya melihat
>> tubuh saya di masukkan ke dalam ambulance tersebut , hal ini yg membuat
>> saya seperti gila , sayapun akhirnya berlari tanpa tujuan dan saya tidak
>> berani mendatangi kerumunan di mana saya jatuh sebelumnya , karena saya
>> takut setelah melihat kejadian teman saya .
>>
>> Tidak jelas kemana saya berlari tiba tiba saya sampai di sebuah taman
>> , dan saya duduk dan menangis , apakah saya sudah mati , saya terus
>> mencubit cubit tangan saya , tapi saya tidak merasakan apapun , lalu
>> saya menangis lebih keras , dan sayapun tersungkur menangis di atas
>> tanah , dan pada saat saya tersungkur saya melihat sepasang kaki di
>> depan mata saya , dan saya pun sontak mundur kebelakang , karena saya
>> teringat langsung apa yg di alami teman saya , tapi pada saat saya mau
>> bangun dan melarikan diri saya seperti lumpuh tidak bias bergerak , dan
>> saya pun memberanikan diri untuk menatap siapakah yg di depan saya ,
>> tapi saya tidak bias melihat wajahnya karena sangat silau , dan hal itu
>> membuat saya pasrah dan menundukkan muka .
>>
>> Lalu orang yg berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada
>> saya ” nak mengapa engkau menganiaya AKU ” lalu saya pun menjawabnya ”
>> setan pergi kau jangan ganggu saya ” sayapun akhirnya mengucapkan ayat2x
>> kursi untuk mengusirnya .
>>
>> Lalu Dia pun berkata lagi ” nak mengapa engkau menganiaya Aku ”
>> sayapun masih melapatkan ayat kursi di bibir saya , dan saya mengucapkan
>> ya allah usirlah setan itu dari hadapanku .
>> Lalu Dia berkata lagi ” nak apakah kesalahanKu hingga kau menganiaya
>> Aku ”
>>
>> Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapiNya
>> akupun tersungkur di bawah kakiNya dan menangis tersedu sedu dan
>> akhirnya akupun menjawabnya ” saya tidak tahu kenapa saya melakukannya ,
>> maafkanlah saya ” dan saya pun meraung2x di bawah kakinya . Dan diapun
>> berkata bangunlah , jangan takut , peganglah tanganKu .
>>
>> Dan sayapun berdiri di depanNya sambil menundukkan muka saya (dan pada
>> waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara melarikan diri dariNya)
>> , sepertinya Dia tahu pikiran saya , dan Dia berkata lagi jangan takut
>> akan Aku , karena Aku lembut dan murah hati . Dan akhirnya saya pun
>> memberanikan diri untuk menatapNya , saya merasakan kesedihan yg ada di
>> hati saya menjadi sirna seketika , dan saya pun memberanikan diri untuk
>> bertanya kepadaNya ” Siapakah kamu sesungguhnya ” lalu Dia menjawab ”
>> Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia , Akulah
>> jalan yang lurus , Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian ”
>> , setelah saya mendengar Dia berkata ” Akulah yang telah membangkitkan
>> orang dari kematian ” sayapun langsung tersadar bahwa Dialah Isa Almasih
>> atau Yesus Kristus yang banyak sekali di puja puja oleh kaum Nasrani
>> sebagai TuhanNya , lalu sayapun tersungkur di di bawah kakinya kembali
>> dan pada saat itu secara tak sadar saya memperhatikan kakiNya yg
>> mempunyai tanda berlobang bekas luka , dan saya pun berkata ” ya Nabi
>> Isa , ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat terhadap
>> pengikutMu “, ampunilah saya , dan sayapun menangis kembali karena
>> merasa berdosa terhadapNya , lalu dia pun berkata ” Mengapa kamu
>> menganiaya mereka ” sayapun menjawabNya “saya tidak tahu , atau mungkin
>> karena mereka menganggapmu Allah , dan menduakan Allah ” lalu Dia pun
>> berkata ” Segala apa yang ada padaKu adalah milik BapaKu yang di Sorga ,
>> dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah MilikKu juga ,
>> karena olehNya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah di
>> serahkanNya kepadaKu , karena Aku dan Bapa adalah satu ” begitu juga kau
>> , kau sekarang adalah milikKu .
>>
>> Sayapun masih menangis di bawah kakiNya pada saat Dia menerangkan
>> tentang siapa diriNya sebenarNya , yaitu Dia adalah Allah itu sendiri ,
>> lalu sayapun berkata ” Ya Isa Allahku ampunilah segala sesuatu yang
>> pernah saya lakukan ” di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah
>> Allah saya , lalu Isa Almasih berkata , pulanglah dan beritakanlah
>> tentang Aku , apa yang pernah kau lihat ” Aku akan menyertai kalian
>> semua hingga zaman akhir ”
>>
>> Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun , ternyata saya sudah
>> berada di Rumah Sakit tepatnya ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu
>> dalam keadaan koma , pada saat saya terbangun saya langsung menangis dan
>> menyebut ya Isa ya Tuhanku ampunilah saya , pada saat itu ibu dan
>> saudara2x saya sedang menunggu di luar dan bergegas masuk saat mendengar
>> suara saya , tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa saya menyebut
>> Isa sebagai Tuhan saya , dan banyak di antara mereka yg menganggap saya
>> kerasukan iblis dengan jalan membaca ayat kursi bersama sama, hal inilah
>> yg membuat saya tertawa terpingkal2x pada saat ini ketika mengingat
>> mereka melakukan hal tersebut .
>>
>> Akhirnya sayapun di bawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik
>> , dan pada saat itu merupakan kegoncangan iman yg terbesar dalam hidup
>> saya tentang apa yg pernah saya percayai sebelumnya yg selalu penuh
>> dengan kekerasan , iri, dan dengki , dan saya mengingat tentang
>> pertemuan saya dengan Tuhan kita Yesus Kristus betapa baiknya dia
>> terhadap saya , Dia tahu saya telah menganiaya pengikutNya seharusnya
>> Dia memenggal kepala saya tetapi Dia malah mengampuni saya dan
>> mengembalikan Roh saya menyatu kembali dengan jiwa dan tubuh saya .
>>
>> Padahal ibu saya pernah berkata bahwa pada saat saya di rumah sakit
>> dokter telah mengatakan bahwa saya telah mengalami pendarahan otak dan
>> mustahil bisa di sembuhkan , dan sekalipun saya sembuh saya akan
>> mengalami kelumpuhan total , banyak para dokter yg merasa aneh pada
>> kejadian saya yg ajaib , dan apabila mereka bertanya saya hanya menjawab
>> Isa / Yesus Kristus lah yg menyembuhkan saya , kadang2x hal ini membuat
>> mereka yg belum menerima Yesus di dalam hatinya menganggap saya
>> kerasukan iblis , begitu juga saudara2x saya maupun bapak saya sendiri,
>> sehingga sering bapak saya mengundang para kiai maupun dai untuk
>> mengotbahi saya , lalu saya bertanya kepada mereka sudahkah kalian
>> pernah merasakan kematian, merekapun jawab belum , lalu sayapun
>> bilang kepada mereka , percayalah kepada Isa , karena Isa lah yg
>> menyelamatkan saya dari kematian, akhirnya banyak dari antara mereka
>> yg pergi dengan hati yg dongkol .
>>
>> Untungnya bapak saya merupakan Muslim yg liberal , dan akhirnya sayapun
>> menceritakan tentang semua kejadian yg pernah saya alami pada waktu itu
>> (mungkin bapak saya mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri ,
>> keluar kuping kanan ) dan akhirnya bapak saya berkata seandainya apa yg
>> saya alami itu memang benar maka saya (bapak saya ) akan mengucap sukur
>> kepada nabi Isa yg telah menyelamatkan saya , dan sayapun selalu
>> berdebat dengan bapak saya , sampai akhirnya saya berkata kepada bapak
>> saya ” sungguh apa yang semua saya alami adalah benar karena saya
>> melihatnya dengan kepala dan mata saya sendiri ” dan bapak sayapun
>> bilang bagaimana mungkin kamu melihatNya, orang pada saat itu bapak
>> bersama ibumu selalu menunggui kamu di rumah sakit, kapan kamu
>> keluar dan bertemu denganNya tahukah kamu ndry semua itu karena
>> ridho allah titik , pada waktu itu saya pun bingung menjawab pertanyaan
>> yg di lontarkan bapak saya kepada saya , ibu saya pun menangis dan
>> memeluk saya ketika melihat kami berdebat dengan keras, dan menyuruh
>> saya diam dan meninggalkannya, dan tanpa sebab saya berkata kepada
>> bapak saya ” ya benar Isa Almasih adalah Tuhan saya sekarang ini,
>> pelangi adalah saksi apa yg pernah saya katakan ” lalu
>> bapak saya tertawa menyindir kepada saya , di musim kemarau begini mana
>> mungkin ada pelangi , dan sayapun akhirnya pergi meninggalkan tempat
>> saya berdebat dengan ayah saya itu dan menuju pintu rumah untuk pergi
>> keluar .
>>
>> Pada saat saya di luar rumah sayapun menangis dan berbicara sendiri ”
>> ya Isa Tuhanku mengapa begitu keraskah hati bapak saya seperti batu ”
>> lalu saya pun mendongak ke atas langit , dan aneh nya saya melihat
>> pelangi , lalu saya menangis dengan penuh suka cita , lalu sayapun lari
>> kembali ke dalam rumah untuk menemui bapak saya , dan saya memanggilnya
>> untuk menunjukkannya , setelah bapak saya melihat pelangi tersebut
>> diapun diam seribu bahasa . dan setelah kejadian itu bapakku seperti
>> mengalami kegoncangan iman , seperti yg pernah saya alami sebelumnya .
>>
>> Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya
>> melalui Al-Quran maupun hadist dan saya menemukan hal2x yg membuat saya
>> terharu :
>>

*************
mod note:
sori, tidak boleh ada ayat kitab suci agama lain.
ini aja sudah termasuk thread yg bisa bikin ‘panas’.
kesaksian itu bagus, tapi kita tidak hendak mencari permusuhan dengan umat beragama lain.
*************

>>
>> Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa
>> Almasih Tuhan kita , dan akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus
>> mendapatkan Injil itu sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu
>> sesungguhNya , ada keinginan yang sangat kuat di hati saya untuk
>> mendapatkannya (Injil) , lalu saya pun teringat akan toko yang pernah
>> kami (saya bersama kawan saya dulu ) rusakkan yaitu toko buku El –
>> Shadai , lalu sayapun pergi kesana .
>>
>> Pada saat saya sampai di toko tersebut , toko itu masih kelihatan
>> rapi, baik kaca2x nya yg dulu kamu lempari dengan batu hingga pecah ,
>> telah rapi terenovasi kembali , lalu sayapun menghampiri toko tersebut
>> dan akhirnya saya berbicara dengan salah satu penjaganya ” mbak apakah
>> anda menjual Injil ” ya jawabnya , lalu penjaga itu pun mencarikan Injil
>> tersebut , lalu dia pun menyerahkan kepada saya Kitab Perjanjian Baru ,
>> lalu saya bertanya lagi kepadanya , apakah ini Injil Isa Almasih punya ?
>> , mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil ,’ iya Perjanjian
>> Baru itu adalah Injil , lalu mbak itu pun berkata kepada saya ” Apakah
>> kamu non Kristen ??” , sayapun bingung menjawabnya , karena agak takut
>> oleh sebab sebelumnya , seandainya mbak itu tahu apabila saya muslim
>> mungkin dia akan benci kepada saya , pikir saya dalam hati , akhirnya
>> dengan berat hati sayapun menjawabnya ” Ya saya muslim ” sambil saya
>> menundukkan muka , lalu mbak itu pun berkata ah itu tak masalah bagi
>> kami
>> sambil tersenyum , hal ini yang membuat saya heran kenapa mereka yg
>> begitu ramah bisa kami benci tanpa sebab sebelumnya ? , lalu sayapun
>> bertanya kepada dia , mbak adakah buku2x tentang kisah nabi2x menurut
>> Kristen , lalu mbak itupun mencarikannya , sesudah itu sayapun
>> mananyakan harga totalnya untuk membayar buku2x tersebut , dan
>> sebelumnya saya pun bertanya kepadanya ” mbak apakah ada di antara
>> pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan sebelumnya , mbak
>> itupun menjawab saya ” pada waktu kejadian tersebut toko ini telah kami
>> tutup lebih awal kira2x jam sepuluh pagi ” lalu saya bertanya lagi ”
>> apakah ada yg menempati toko ini sebagai tempat tinggal ?” ah tidak mas
>> jawabnya , hanya satpam yg menjaga toko2x di sekitar kami , itupun juga
>> mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan sekitarnya . Hal ini
>> yang membuat saya sangat bingung dalam hati , seingat saya waktu kami
>> merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari masih ada beberapa
>> orang yg di dalamnya
>> , sedangkan mbak itu bilang toko telah tutup sejak jam 10 pagi dan
>> tidak ada satupun penghuni yg menempatinya , lalu siapakah di antara
>> mreka yg kami kejar pada waktu itu ? , hal ini yang membuat saya heran
>> hingga sekarang , seandainya apabila saya menemui pria yg kami kejar2x
>> dulu , mungkin saya akan berlutut untuk meminta maaf kepadanya .
>>
>> Dan akhirnya sayapun kembali kerumah , dan sayapun mulai membaca Injil
>> satu persatu di kamar saya , saya sangat terenyuh ,sedih ,dan bangga
>> pada saat saya membaca kisah Injil , betapa mulianya segala sesuatu yang
>> pernah di perbuat oleh Isa Almasih / Yesus Kristus , begitu pun juga
>> ucapan2x nya yang bagaikan pisau belati langsung menusuk hati
>> mengajarkan tentang kasih yang tulus , kerendahan hati , maupun
>> keselamatan , hal ini yang belum pernah saya peroleh sebelumnya semenjak
>> saya hidup di muka bumi , yang mana sebelumnya saya menganggap diri kami
>> sebagai muslim adalah yg tertinggi dari golongan lain kafir yang mana
>> para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami yaitu para penganut
>> Islam , sebab ada di quran yg mengatakan ” hanya penganut Islam lah yang
>> masuk Sorga” dan hal ini sangat tidak masuk akal , bagaimana mungkin
>> nabi2x sebelum Muhammad bisa di sebut Islam , karena mereka pun tidak
>> pernah sekalipun mengucapkan kalimat syahadat , dan juga pada saat saya
>> mengalami kejadian yg aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh saya
>> pada waktu kecelakaan dan mengalami koma , kenapa yg menemui saya
>> justeru Isa Almasih / Yesus Kristus . Dan akhirnya sayapun menyerahkan
>> diri saya sepenuhnya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan
>> Juruselamat saya , dan pada tanggal 27 oct 2000 saya pun di baptis dalam
>> nama Anak,Bapa , dan Roh Kudus halleluya saya telah menerima kasih
>> karunianya , baik susah maupun senang Tuhan Yesus selalu menyertai saya
>> Amin . Shallom
>>
>> Solo , Indonesia , 3 mei 2006
>> Nama asli saya Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil dan saya akhirnya
>> mengganti nama saya menjadi Christian Andryansah.
>>
>> —————————————————————————-
>> Kesaksian ini dikirmkan oleh teman saya melalui email, terlepas dari
>> benar
>> tidaknya kesaksian ini……janganlah menjadi masalah bagi kita.
>> Tugas kita adalah : hiduplah penuh dengan kasih, sebagaimana Dia telah
>> mengasihi saya dan saudara.
>> Berbahagialah kita yang hidup rukun, mencari kebenaran tanpa
>> mencela/menghujat agama lain.
>>Kalau ada teman saudara yang dari sebrang yang mereka menanyakan atau
>>menentang kebenaran Yesus Tuhan kamu kirim e-mail ini aja.

>>Tuhan Memberkati Saudara dan Saya”Halleluya Amin”.

+++ Shalom Aleikhem+++

harnold

Keselamatan Sorgawi Telah Disediakan Untuk Anda

HIDUP YANG KEKAL ITU TELAH DISEDIAKAN BAGIMU

Jumat, 21 Mei 2010
Sebuah Catatan Untuk Direnungkan
Salam kenal dan salam blogger!

Belum banyak tulisan saya tampilkan di sini, tetapi apa yang penting dan mendasar dalam kehidupan ini akan saya coba posting di sini. Saya berharap kutipan-kutipan ini akan bermanfaat bagi teman-teman blogger…

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Joh 14:1-7).

(Do not let your heart be troubled; you believe in God, believe also in Me.
In My Father’s house are many dwelling places. But if it were not so, I would have told you. I am going to prepare a place for you!
And if I go and prepare a place for you, I am coming again and will receive you to Myself, that where I am you may be also.
And where I go you know, and the way you know.
Thomas said to Him, Lord, we do not know where You go, and how can we know the way?
Jesus said to him, I am the Way, and the Truth, and the Life. No one comes to the Father except through Me.
If you had known Me, you would have known My Father also; and from now on you do know Him, and have seen Him.)

( .لاَ تَضْطَرِبْ قُلُوبُكُمْ. أَنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ فَآمِنُوا بِي»
فِي بَيْتِ أَبِي مَنَازِلُ كَثِيرَةٌ وَإِلاَّ فَإِنِّي كُنْتُ قَدْ قُلْتُ لَكُمْ. أَنَا أَمْضِي لِأُعِدَّ لَكُمْ مَكَاناً
وَإِنْ مَضَيْتُ وَأَعْدَدْتُ لَكُمْ مَكَاناً آتِي أَيْضاً وَآخُذُكُمْ إِلَيَّ حَتَّى حَيْثُ أَكُونُ أَنَا تَكُونُونَ أَنْتُمْ أَيْضاً
وَتَعْلَمُونَ حَيْثُ أَنَا أَذْهَبُ وَتَعْلَمُونَ الطَّرِيقَ».
قَالَ لَهُ تُومَا: «يَا سَيِّدُ لَسْنَا نَعْلَمُ أَيْنَ تَذْهَبُ فَكَيْفَ نَقْدِرُ أَنْ نَعْرِفَ الطَّرِيقَ؟»
قَالَ لَهُ يَسُوعُ: «أَنَا هُوَ الطَّرِيقُ وَالْحَقُّ وَالْحَيَاةُ. لَيْسَ أَحَدٌ يَأْتِي إِلَى الآبِ إِلاَّ بِي.
(.« لَوْ كُنْتُمْ قَدْ عَرَفْتُمُونِي لَعَرَفْتُمْ أَبِي أَيْضاً. وَمِنَ الآنَ تَعْرِفُونَهُ وَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ

Baik, sekian dulu posting saya kali ini. Semoga teman-teman menemuan damai sejahtera dan kehidupan yang sesungguhnya. Amin.